Hangat di Tengah Sederhana: JA’PERS Generasi Biru Rawat Kebersamaan di Villa Empang

Spread the love

Hangat di Tengah Sederhana: JA’PERS Generasi Biru Rawat Kebersamaan di Villa Empang

Bogor, 12 April 2026 – Tidak ada panggung megah, tidak pula rangkaian acara yang rumit. Namun dari kesederhanaan itulah, kebersamaan Paguyuban JA’PERS Generasi Biru justru terasa kuat saat berkumpul di Villa Empang, Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Pertemuan yang dikemas dalam arisan dan kopi darat (kopdar) ini menjadi ruang temu yang lebih dari sekadar agenda rutin. Di antara canda, obrolan ringan, dan tawa yang mengalir, terbangun kembali ikatan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan masing-masing anggota.

Beberapa anggota bahkan datang bersama keluarga, menambah nuansa hangat yang membuat pertemuan terasa seperti pulang ke rumah sendiri. Anak-anak berlarian, sementara para anggota larut dalam percakapan—dari cerita keseharian hingga rencana kegiatan ke depan.

Ketua JA’PERS, Zulkifli Muhammad Zen, menyebut kebersamaan seperti ini adalah fondasi utama paguyuban.

“Yang kita jaga bukan hanya organisasi, tapi rasa memiliki. Kalau rasa itu kuat, kebersamaan akan tetap hidup,” katanya.

Di sisi lain, Pembina JA’PERS, Syarifah Ria, melihat pertemuan ini sebagai ruang untuk merawat nilai kekeluargaan yang semakin jarang ditemukan di tengah kehidupan modern.

“Kegiatan sederhana seperti ini justru yang memperkuat hubungan. Di sini tidak ada jarak, semua setara sebagai keluarga,” ujarnya.

Arisan tetap menjadi bagian dari kegiatan, namun bukan itu yang paling diingat. Lebih dari itu, momen duduk bersama, berbagi cerita, dan saling mendengarkan menjadi inti dari pertemuan tersebut.

Saat acara ditutup dengan doa dan makan bersama, suasana terasa semakin hangat. Tidak ada yang terburu-buru pulang—seolah setiap orang ingin memperpanjang waktu kebersamaan yang jarang didapatkan.

Di tengah dinamika kehidupan yang semakin cepat, JA’PERS Generasi Biru menunjukkan bahwa kebersamaan tidak harus mewah—cukup hadir, saling menyapa, dan menjaga rasa kekeluargaan tetap hidup.


Jurnalis: Romo Kefas
Sumber: Paguyuban JA’PERS Generasi Biru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *