Silaturahmi Sarat Makna, PUSPITA Perkenalkan Gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” Saat Berkunjung ke Solo

Spread the love

Silaturahmi Sarat Makna, PUSPITA Perkenalkan Gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” Saat Berkunjung ke Solo

Solo – Kunjungan komunitas PUSPITA, fanbase yang mengapresiasi sosok Ibu Selvi Ananda Gibran, ke Kota Solo pada Senin (15/6/2026) menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Di sela pertemuan di kediaman pribadi Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, rombongan juga membawa misi sosial dengan memperkenalkan program kepedulian lingkungan yang tengah mereka galakkan kepada berbagai pihak.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB itu dimanfaatkan oleh jajaran pengurus PUSPITA untuk menyampaikan perkembangan organisasi sekaligus memaparkan gerakan “Pilah Sampah dari Rumah”, sebuah kampanye yang mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari lingkungan keluarga.

Ketua Umum PUSPITA, Ade Rukmini Triastuti, menuturkan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kesadaran dimulai dari rumah. Ketika setiap keluarga mulai memilah sampah, maka kita sedang membangun budaya yang akan memberikan dampak positif bagi lingkungan di masa depan,” ujarnya.

Selain program tersebut, PUSPITA juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lain yang akan direalisasikan dalam waktu dekat. Berbagai agenda itu diharapkan mampu memperkuat peran komunitas sebagai wadah yang tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Perjalanan ke Solo sendiri menjadi pengalaman yang berkesan bagi rombongan yang berangkat dari Jakarta sehari sebelumnya. Meskipun waktu kunjungan relatif singkat, suasana hangat dan penuh kekeluargaan memberikan semangat baru bagi para anggota untuk terus mengembangkan kegiatan-kegiatan yang berdampak positif.

Sekretaris Umum PUSPITA, Anin Amasia, mengatakan bahwa kesempatan berada di Solo juga dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat budaya lokal melalui wisata kuliner. Rombongan menikmati sajian ayam goreng dan sambal belut di restoran Mbak Tien yang berada di kawasan Kota Barat dan telah lama dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner favorit di kota tersebut.

“Solo selalu punya daya tarik tersendiri. Selain agenda organisasi berjalan dengan baik, kami juga bisa menikmati kekayaan kuliner yang menjadi bagian dari identitas kota ini,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah komunitas dapat memadukan kegiatan silaturahmi dengan misi sosial yang membawa manfaat lebih luas. PUSPITA tidak hanya hadir sebagai kelompok penggemar, tetapi juga berupaya mengambil bagian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang relevan, salah satunya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan kepedulian, PUSPITA berharap gerakan “Pilah Sampah dari Rumah” dapat menginspirasi lebih banyak keluarga di berbagai daerah untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kelestarian lingkungan. Dari Solo, pesan itu disampaikan dengan harapan bahwa perubahan terbaik selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *