Suhu Jony Tan Pimpin Tradisi Pemandian Pusaka di Malam 1 Suro 1448.H
TANGERANG – Dalam rangka menyambut Malam 1 Suro yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Klenteng Ceng It Thian Kun Bio menggelar ritual tradisi pencucian pusaka yang berlangsung khidmat dan penuh makna spiritual, dimana acara bertempat di Jalan AMD Ranca kalapa No.888, Desa Ranca kalapa, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang dipimpin oleh Suhu Jony Tan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama sebagai wujud kebersamaan, toleransi, serta penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Nusantara.

Malam 1 Suro merupakan salah satu momentum penting dalam tradisi spiritual masyarakat Jawa dan Nusantara, selain menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa, malam sakral ini juga menjadi sarana introspeksi diri, penyucian batin, serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam prosesi tersebut, dilakukan pencucian berbagai benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya di antaranya:
1.Keris
2.Golok dan Pisau
3.Batu Bertuah
4.Tongkat
5.Panji &
Wayang Kulit.
Menurut Suhu Jony Tan, ritual pencucian pusaka bukan semata-mata membersihkan benda secara fisik, melainkan juga sebagai simbol penyucian diri dan pengingat agar manusia senantiasa menjaga nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Malam 1 Suro menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perenungan, penyucian batin serta memperkuat tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Suhu Jony Tan.
Kehadiran tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat persaudaraan dan kerukunan yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Rusdi Kirana dari Majelis Kobong Assyifa Tangerang, memohon keselamatan, kedamaian dan keberkahan bagi bangsa serta seluruh masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan tertib penuh kekhidmatan dan menjadi simbol harmonisasi antara tradisi budaya, nilai spiritual serta semangat persatuan antar umat beragama.
*Sumber: Suhu Jony Tan.*
