Pesantren Nurul Falah Tebuireng 09 Tebar Kepedulian Kurban hingga NTT

Spread the love

Pesantren Nurul Falah Tebuireng 09 Tebar Kepedulian Kurban hingga NTT

Kupang — Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah ditunjukkan Pondok Pesantren Nurul Falah Tebuireng 09 dengan menyalurkan hewan kurban berupa sapi ke wilayah Bonipoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyembelihan hewan kurban dilakukan bersama panitia dan masyarakat setempat di kawasan Bonipoi sebelum daging dibagikan kepada anak yatim dan warga kurang mampu.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena pembagian daging kurban dilakukan tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Selain warga Muslim, masyarakat non Muslim yang membutuhkan juga menerima pembagian daging kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan semangat persaudaraan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Falah Tebuireng 09, H Ahmad Rafiudin, mengatakan bahwa ibadah kurban memiliki makna kemanusiaan yang luas dan mengajarkan nilai kepedulian terhadap sesama.

“Kurban bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga bentuk solidaritas sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa melihat perbedaan,” ujarnya.

Menurutnya, semangat berbagi dan kebersamaan perlu terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Masyarakat Bonipoi mengaku bersyukur dan mengapresiasi bantuan yang diberikan pesantren kepada warga di wilayah Kupang.

Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya membantu kebutuhan masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga di tengah kehidupan yang majemuk.

Suasana penuh kebersamaan terlihat saat panitia dan warga bersama-sama membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar.

Penyaluran hewan kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.

Pondok Pesantren Nurul Falah Tebuireng 09 berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat luas.

Melalui semangat Idul Adha, masyarakat diajak untuk terus menumbuhkan rasa peduli, gotong royong, dan kebersamaan tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Kurban Menjadi Jembatan Kepedulian dan Persaudaraan di Tengah Keberagaman Masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *