Spread the love

Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mulai mengakselerasi penataan jaringan kabel udara yang selama ini dinilai semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan publik. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda besar penataan infrastruktur kota yang lebih tertib, aman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Wali Kota Bekasi, , menegaskan bahwa persoalan kabel yang tidak tertata bukan hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menyimpan risiko keselamatan, terutama di kawasan padat lalu lintas dan permukiman.

Penataan dilakukan melalui pembangunan jaringan ducting atau sistem utilitas bawah tanah yang memungkinkan kabel-kabel telekomunikasi dipusatkan dalam satu jalur terpadu. Model ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang tidak hanya merapikan tampilan kota, tetapi juga mempermudah pengelolaan jaringan.

Langkah konkret pemerintah ditandai dengan kerja sama antara dan dalam pembangunan infrastruktur pasif telekomunikasi.

Proyek tersebut dirancang menjangkau 168 ruas jalan dengan panjang jaringan sekitar 290 kilometer. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan berlangsung selama empat tahun, sementara kerja sama investasi dirancang hingga dua dekade ke depan.

Menurut Tri, pendekatan ini bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari perubahan paradigma pembangunan kota.

“Penataan kabel ini adalah kebutuhan. Kita ingin memastikan Kota Bekasi tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki sistem infrastruktur yang rapi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain aspek keselamatan dan estetika, proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi. Infrastruktur bawah tanah dinilai lebih stabil terhadap gangguan cuaca maupun kerusakan fisik yang kerap terjadi pada jaringan kabel udara.

Namun demikian, tantangan implementasi tetap menjadi perhatian, terutama terkait koordinasi lintas penyedia layanan, pembiayaan, serta potensi gangguan selama masa konstruksi berlangsung. Pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan proses berjalan transparan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.

Dengan langkah ini, Bekasi berupaya menempatkan diri sebagai kota penyangga ibu kota yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga tertata secara sistematis. Penataan kabel menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keseriusan pemerintah dalam membangun wajah kota yang lebih modern dan berdaya saing.


Romo Kefas
Editor Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *