Pasca Kebakaran SPBE Cimuning, Pemkot Bekasi Fokus Penanganan Korban dan Pemulihan Warga

Spread the love

Pasca Kebakaran SPBE Cimuning, Pemkot Bekasi Fokus Penanganan Korban dan Pemulihan Warga

BEKASI — Dampak kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, masih dirasakan warga hingga Kamis (2/4/2026). Pemerintah Kota Bekasi memastikan penanganan korban menjadi prioritas utama pascakejadian tersebut.

Insiden yang terjadi pada Rabu malam itu menyebabkan sejumlah warga mengalami luka bakar serta kerusakan pada rumah di sekitar lokasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kondisi beberapa korban dilaporkan cukup serius dan membutuhkan perawatan intensif.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa seluruh korban akan mendapatkan jaminan pengobatan hingga pulih.

“Pemerintah hadir memastikan semua korban tertangani dengan baik, termasuk pembiayaan pengobatan,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Menurutnya, musibah ini tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga pada lingkungan sekitar yang terdampak secara fisik maupun psikologis.

Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi dan rumah sakit rujukan nasional, guna mendapatkan penanganan lanjutan.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran bekerja sepanjang malam untuk menjinakkan api di lokasi yang memiliki risiko tinggi akibat keberadaan gas elpiji. Sebanyak 12 unit armada dikerahkan untuk mencegah api meluas dan memicu ledakan lanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Heryanto, menyebutkan bahwa api berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan.

Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung. Area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi.

Saat ini, kondisi lokasi telah dinyatakan aman, namun aparat masih melakukan pengawasan untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.

Pemerintah Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian, sembari menunggu hasil investigasi resmi.

Langkah penanganan cepat ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta memberikan rasa aman bagi warga yang terdampak.


Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *