Refleksi Salib Dihadirkan Lewat Ibadah Kreatif di GPIAI Filadelfia Bogor
BOGOR – Peringatan Jumat Agung di GPIAI Filadelfia Bogor diisi dengan rangkaian ibadah yang menonjolkan pendekatan kreatif dan reflektif, Jumat (3/4/2026). Tema “Salib Kristus membuat hidupku dalam kebenaran untuk dipulihkan” menjadi dasar utama dalam menyampaikan pesan rohani kepada jemaat.
Ibadah yang digelar di Perum Graha Indah, Jalan Cendana 1 Blok BD No. 6–7 ini diikuti jemaat dari Tonjong, Cikaret, Gunung Putri, dan Cibinong. Sejak awal, suasana ibadah terasa tenang dan penuh penghayatan, dengan rangkaian pujian serta kesaksian yang mengarahkan jemaat pada perenungan mendalam.
Salah satu bagian yang memberi kesan kuat adalah persembahan drama dari Kaum Wanita Filadelfia. Melalui penyajian yang komunikatif, drama tersebut menggambarkan pengorbanan Kristus dengan cara yang mudah dipahami sekaligus menyentuh sisi emosional jemaat.
Selain itu, prosesi pembasuhan kaki oleh Gembala Sidang kepada perwakilan jemaat menjadi simbol nyata dari nilai pelayanan dan kerendahan hati. Prosesi ini mengingatkan jemaat akan teladan Kristus dalam melayani tanpa memandang status.
Dalam khotbahnya, Pdt. Dr. Leo Fransisco, M.Th., M.Mis., M.Pd., menekankan bahwa salib bukan hanya peristiwa iman, tetapi juga panggilan untuk hidup dalam kebenaran. Ia mengajak jemaat untuk mengalami pemulihan hidup melalui perubahan sikap dan tindakan.
Panitia pelaksana menyebutkan bahwa ibadah gabungan ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan antarjemaat sekaligus memperkuat fondasi spiritual.
Hingga berita ini diturunkan, ibadah masih berlangsung dalam suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan, dengan jemaat yang tetap mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara antusias.
(Atma Editor | Tim Redaksi)
