Spread the loveMenempa Jiwa di Bulan Wahyu: Kostrad Jadikan Nuzulul Qur’an sebagai Ruang Pembinaan Mental Prajurit Jakarta, 17 Maret 2026 — Di tengah ritme tugas militer yang disiplin dan penuh tantangan, ada ruang hening yang memberi makna berbeda bagi prajurit Kostrad. Ruang itu hadir dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H yang digelar di Masjid Asy-Syuhada, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Bukan sekadar seremoni keagamaan, kegiatan ini menjadi momen refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sekaligus pengingat akan nilai-nilai dasar yang menopang ketangguhan seorang prajurit. Melalui sambutan Panglima Kostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT yang dibacakan oleh Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Sachono, ditegaskan bahwa kekuatan militer tidak hanya dibangun dari fisik dan strategi, tetapi juga dari keteguhan iman dan kematangan mental. Peringatan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW ini dipandang sebagai titik awal peradaban yang mengajarkan manusia tentang arah hidup, tanggung jawab, dan moralitas. Tema yang diangkat, “Ramadan Membentuk Mental Prajurit yang Prima dan Memegang Teguh Nilai-Nilai Tauhid untuk Indonesia Maju,” bukan sekadar slogan. Ia menjadi cerminan harapan bahwa setiap prajurit mampu menyeimbangkan kekuatan lahir dan batin. Di bulan Ramadhan, latihan tidak hanya terjadi di medan tugas, tetapi juga dalam pengendalian diri—menahan lapar, emosi, dan ego. Dari situlah lahir disiplin yang lebih dalam, bukan karena aturan, melainkan karena kesadaran spiritual. Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Tsabit Munafis, S.Pd., mengajak para peserta untuk melihat Al-Qur’an bukan hanya sebagai kitab suci yang dibaca, tetapi sebagai pedoman hidup yang dihidupi. Menurutnya, Al-Qur’an mengandung nilai keimanan, aturan hidup, hingga akhlak yang membentuk manusia seutuhnya—baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. “Ramadhan dan Nuzulul Qur’an adalah momentum untuk kembali menata hati, memperkuat disiplin diri, serta meningkatkan kualitas iman dan takwa,” ujarnya. Suasana yang tercipta dalam kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain kehidupan prajurit—bahwa di balik ketegasan dan kedisiplinan, ada kerinduan untuk terus mendekat kepada Tuhan. Melalui peringatan ini, Kostrad tidak hanya membangun prajurit yang siap tempur, tetapi juga pribadi yang utuh—yang mampu memegang nilai, menjaga integritas, dan mengabdi dengan hati. Penulis: Romo Kefas Post Views: 40 Navigasi pos Polisi Sudah Bubarkan, Parkir Motor di Lahan Sengketa Gunung Putri Muncul Lagi! Warga Minta Aparat Bertindak Tegas Satgas Kostrad Laksanakan Program Smart Car di Perbatasan TTU, Siswa Antusias Ikuti Kegiatan Literasi