Ratusan Warga Ikuti Layanan Hapus Tato Gratis di Jakarta Pusat, Pemkot Siapkan Evaluasi Perluasan Program
JAKARTA – Antusiasme masyarakat terhadap layanan hapus tato gratis yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama Baznas Bazis DKI Jakarta melebihi perkiraan. Program yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Muharram tersebut dipadati peserta dari berbagai wilayah, bahkan sejumlah warga datang dari luar Jakarta demi memperoleh kesempatan mengikuti layanan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (29/6), ditinjau langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin bersama Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin. Selain menyapa peserta, keduanya juga melihat langsung proses pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis.
Arifin mengatakan tingginya animo masyarakat menjadi indikator bahwa layanan sosial semacam ini masih sangat dibutuhkan. Menurutnya, banyak warga yang ingin menghapus tato, namun terkendala biaya karena prosedur tersebut membutuhkan teknologi khusus dan dilakukan secara bertahap.
“Program ini kami hadirkan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram sekaligus memeriahkan HUT ke-499 Kota Jakarta. Ternyata respons masyarakat sangat besar, bahkan peserta datang dari wilayah penyangga Jakarta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kuota layanan selama dua hari disiapkan bagi 100 peserta. Namun, jumlah pendaftar jauh lebih banyak sehingga menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan program serupa pada kesempatan berikutnya.
Menurut Arifin, proses penghapusan tato tidak dapat diselesaikan dalam satu kali tindakan. Bergantung pada ukuran, warna, dan kedalaman tinta, peserta umumnya harus menjalani beberapa kali terapi agar hasilnya maksimal.
“Karena itu ada peserta yang sudah beberapa kali mengikuti program ini. Bahkan ada yang telah menjalani hingga sepuluh sesi penghapusan. Ini menunjukkan bahwa prosesnya memang membutuhkan waktu dan kesabaran,” katanya.
Ia berharap layanan tersebut tidak hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan bagi warga yang ingin memulai perubahan dalam kehidupannya. Pemerintah, lanjutnya, akan mengevaluasi pelaksanaan program agar ke depan dapat menjangkau lebih banyak peserta.
Dalam kesempatan itu, Arifin juga mengingatkan generasi muda agar mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan membuat tato. Selain memerlukan biaya besar untuk menghapusnya, proses tersebut juga membutuhkan waktu yang panjang serta dilakukan secara bertahap.
Salah seorang peserta, Susi (36), warga Serdang, Kemayoran, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia mengatakan sebelumnya sempat menjalani penghapusan tato secara mandiri di rumah sakit, namun biaya yang harus dikeluarkan cukup tinggi sehingga prosesnya terhenti.
“Alhamdulillah sekarang bisa melanjutkan lagi tanpa harus memikirkan biaya. Program seperti ini sangat membantu masyarakat,” tuturnya.
Melalui Gebyar Muharram, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat bersama Baznas Bazis DKI Jakarta berharap berbagai program pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat terus dikembangkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
