Dari Keluhan Pedagang hingga Langkah Koordinasi: Rangkaian Peristiwa Pasokan Daging di Bekasi

Spread the love

KOTA BEKASI — Penurunan pasokan daging sapi di Pasar Baru Kota Bekasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir, hingga akhirnya memicu respons langsung dari Pemerintah Kota Bekasi.

Awal Pekan: Pasokan Mulai Berkurang
Sejumlah pedagang mulai merasakan berkurangnya distribusi daging sapi dari pemasok. Volume barang yang diterima tidak seperti biasanya, sementara permintaan masyarakat perlahan meningkat.

Pertengahan Pekan: Stok Cepat Habis
Memasuki pertengahan pekan, kondisi semakin terasa. Pedagang melaporkan bahwa stok daging lebih cepat habis, bahkan pada pagi hari. Beberapa lapak tidak lagi memiliki persediaan untuk dijual hingga siang hari.

Kamis (19/3/2026): Peninjauan Lapangan
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan peninjauan langsung ke Pasar Baru. Dalam kunjungan tersebut, ia menerima laporan langsung dari pedagang terkait keterbatasan pasokan yang terjadi.

Dari hasil dialog di lapangan, terungkap adanya indikasi pembatasan pemotongan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab terganggunya distribusi.

Respons Pemerintah: Koordinasi Lintas Sektor
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi segera mengambil langkah koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Tujuannya untuk memastikan distribusi daging sapi kembali normal dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Pemantauan Komoditas Lain
Selain daging sapi, pemerintah juga mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa bahan pokok lain seperti cabai, bawang merah, dan minyak goreng. Pemantauan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Kondisi Terkini: Stok Masih Terkendali
Pemerintah Kota Bekasi menyatakan bahwa secara umum ketersediaan bahan pangan masih dalam kondisi aman, meskipun terdapat dinamika pasokan dan harga pada beberapa komoditas.

Imbauan kepada Pelaku Distribusi
Pemerintah juga mengimbau distributor dan pemasok untuk menjaga kelancaran distribusi serta tidak melakukan pembatasan yang dapat memperburuk kondisi pasar.


Peristiwa ini menjadi rangkaian yang menunjukkan bagaimana gangguan pasokan dapat berkembang dalam waktu singkat, sekaligus menegaskan pentingnya respons cepat dan koordinasi dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah.


Jurnalis: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *