Dari Singkup, Guru Belajar Memimpin: Ikhtiar Sunyi Meningkatkan Mutu Pendidikan

Spread the love

KETAPANG — Pagi itu, Gedung Serba Guna di Desa Sukaraja tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan guru datang dari berbagai penjuru Kecamatan Singkup, Kendawangan, Marau, dan Air Upas. Sebagian menempuh perjalanan panjang, melintasi jalan yang tidak selalu mudah dilalui.

Namun mereka datang dengan satu tujuan: belajar.

Sebanyak 70 guru mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Guru yang digelar pada 8–9 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Dies Natalis ke-40 Sekolah Tinggi Teologi IKAT, yang memilih merayakan momentum tersebut dengan cara sederhana namun bermakna—hadir langsung di tengah kebutuhan.


Belajar di Tengah Keterbatasan

Bagi sebagian peserta, pelatihan seperti ini bukan sesuatu yang rutin. Akses terhadap pengembangan profesional masih menjadi tantangan, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pendidikan.

Karena itu, kehadiran para narasumber dari luar daerah menjadi pengalaman tersendiri. Bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang perjumpaan—antara teori dan realitas lapangan.

Ketua panitia, Asin, menyadari betul kondisi tersebut.

“Kesempatan seperti ini jarang. Guru-guru di sini sangat membutuhkan ruang belajar langsung seperti ini,” ujarnya.


Guru Tidak Sekadar Mengajar

Dalam workshop ini, para peserta diajak melihat kembali peran mereka. Guru tidak hanya berdiri di depan kelas untuk menyampaikan materi, tetapi juga memimpin, mengelola, dan membentuk suasana belajar.

Materi tentang manajemen dan kepemimpinan kelas menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana pembelajaran bisa berlangsung lebih bermakna—tidak sekadar selesai, tetapi berdampak.

Rajiansyah, yang mewakili pemerintah daerah, menegaskan pentingnya peran tersebut.

“Guru harus mampu menjadi pemimpin di kelasnya. Di sanalah karakter dan masa depan anak-anak dibentuk,” katanya.


Pendidikan sebagai Jalan Perubahan

Di sela kegiatan, Kepala Desa Sukaraja, Try Setiawan, turut hadir. Baginya, pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi masa depan masyarakat.

“Kalau kita ingin perubahan, maka pendidikan harus menjadi prioritas,” ucapnya.

Pernyataan itu sederhana, namun mencerminkan kesadaran yang tumbuh dari pengalaman sehari-hari.


Pengalaman yang Membekas

Bagi Daniel Laumakany, Sekretaris Camat Singkup sekaligus alumni STT IKAT, kegiatan ini mengingatkannya pada pelatihan serupa yang pernah ia ikuti bertahun-tahun lalu.

Ia merasakan langsung bagaimana pelatihan tersebut membantunya berkembang, baik secara profesional maupun dalam memahami praktik pendidikan.

“Hal-hal seperti ini mungkin terlihat kecil, tapi dampaknya bisa panjang,” ujarnya.


Belajar dengan Cara yang Menghidupkan

Suasana workshop tidak berlangsung kaku. Para narasumber menghadirkan pendekatan yang dialogis dan kontekstual.

Donna Sampaleng berbicara tentang pentingnya pola pikir yang terbuka terhadap perubahan. Rais Hidayat mengaitkan kepemimpinan dengan praktik pembelajaran sehari-hari. Sementara Yuyun Elizabeth Patras menunjukkan bahwa kelas yang baik bisa dibangun melalui suasana yang menyenangkan.

Peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga terlibat—bertanya, berdiskusi, bahkan merefleksikan pengalaman mereka sendiri.


Harapan yang Dibawa Pulang

Di akhir kegiatan, yang dibawa pulang bukan hanya catatan atau materi. Lebih dari itu, ada semangat baru.

Dina Sarpina, salah satu peserta, merasakannya.

“Kami jadi punya cara pandang baru. Rasanya ingin langsung menerapkan di kelas,” katanya.


Langkah Kecil, Dampak Panjang

Workshop ini mungkin tidak besar dalam skala, tetapi penting dalam makna. Ia menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak selalu harus dimulai dari program besar, melainkan dari kesediaan untuk hadir dan mendengar kebutuhan di lapangan.

Dalam rangka Dies Natalis ke-40, STT IKAT memilih untuk tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan peran—bahwa pendidikan adalah cara untuk memuliakan manusia.


Sumber: Yusuf Mujiono
Jurnalis: Vicken Highlender
Editor: Tim Redaksi
Publisher: Romo Kefas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *