Spread the loveSulawesi Utara, 1 Mei 2026 — Sejak pagi, Lapangan Schwarz Langowan sudah dipenuhi warna-warni atribut jemaat. Dari anak-anak hingga lansia, semua hadir dengan satu semangat yang sama: merayakan Paskah sekaligus memperingati 85 tahun perjalanan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Indonesia. Di antara kerumunan, terlihat kelompok jemaat yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Mereka membawa spanduk, mengenakan pakaian bernuansa rohani, dan saling menyapa dalam suasana yang terasa hangat dan akrab. Ibadah yang menjadi inti perayaan berlangsung dalam suasana khusyuk. Lantunan pujian menggema, menciptakan suasana reflektif yang tidak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan di antara jemaat. Seorang peserta yang datang bersama keluarganya mengaku telah menempuh perjalanan sejak dini hari demi mengikuti ibadah ini. Baginya, momen seperti ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali menguatkan iman sekaligus bertemu dengan sesama jemaat dari berbagai wilayah. Di sisi lain, kehadiran perwakilan pemerintah daerah memberi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai spiritual. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa perjalanan panjang GSJA selama 85 tahun menjadi bagian dari sejarah kehidupan masyarakat. Gereja tidak hanya hadir sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral dan solidaritas sosial. Usai ibadah, suasana berubah menjadi lebih semarak. Pawai Paskah mulai bergerak, diikuti berbagai kelompok jemaat dengan kreativitas yang beragam. Ada yang menampilkan simbol-simbol kebangkitan, ada pula yang mengangkat pesan damai dan persaudaraan. Sepanjang rute pawai, masyarakat yang menyaksikan tampak antusias. Beberapa di antaranya mengabadikan momen, sementara yang lain sekadar menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam keseharian. Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa perayaan tersebut bukan hanya milik komunitas gereja, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial yang lebih luas. Memasuki usia ke-85, GSJA tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan perannya di tengah masyarakat. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian yang dihidupkan dalam perayaan ini menjadi pesan yang tetap relevan. Di Langowan hari itu, Paskah bukan hanya dirayakan—ia dihidupkan dalam kebersamaan. E. Laoh Editor: Tim Redaksi Post Views: 33 Navigasi pos Detik-Detik Tak Terlupakan: Video Lama Sania Bertemu Whitney Houston Kembali Ramai Dibicarakan