Spread the loveAruan Jabodetabek Masuk Era Baru, Kepengurusan 2026–2029 Fokus pada Regenerasi dan Penguatan Identitas Jakarta, 29 April 2026 — Perkumpulan Keturunan Marga Aruan se-Jabodetabek resmi memasuki fase kepemimpinan baru setelah pelantikan pengurus inti periode 2026–2029. Momentum ini dipandang sebagai titik awal penguatan organisasi, tidak hanya dalam menjaga tradisi, tetapi juga dalam menyiapkan generasi penerus di tengah dinamika perkotaan. Ketua Umum terpilih, Partogi Jayasa Putra Aruan, menegaskan bahwa organisasi marga tidak boleh berhenti sebagai ruang pertemuan semata. Ia menekankan pentingnya menjadikan punguan sebagai wadah pembinaan nilai, karakter, dan identitas bagi generasi muda Aruan. “Kita harus memastikan generasi berikutnya tidak hanya mengenal nama marganya, tetapi juga memahami nilai dan jati dirinya,” ujarnya. Pelantikan yang berlangsung di Jakarta tersebut menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi yang telah dimulai sebelumnya melalui pengesahan Badan Pengurus Harian. Dukungan dari para tetua marga dan penasihat turut memperkuat legitimasi kepengurusan baru. Struktur pengurus inti yang terbentuk mencerminkan kombinasi antara pengalaman dan semangat pembaruan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan sekaligus mendorong inovasi dalam organisasi. Wakil Ketua Umum, Yesaya Baringin Aroean, menekankan bahwa organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia melihat perlunya pengelolaan yang lebih modern agar punguan tetap relevan dan memberi manfaat nyata bagi anggotanya. “Organisasi ini harus bergerak mengikuti perkembangan, tanpa kehilangan akar budayanya,” ungkapnya. Ke depan, kepengurusan baru menargetkan penguatan program yang menyentuh generasi muda, peningkatan komunikasi antaranggota, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan organisasi. Dengan arah tersebut, Punguan Aruan diharapkan tidak hanya menjadi simbol persaudaraan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang mampu menjawab tantangan zaman. Periode kepengurusan 2026–2029 ini pun menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran organisasi marga sebagai penjaga nilai, sekaligus penggerak perubahan yang positif di tengah masyarakat. Sumber: Yusuf Mujiono Jurnalis: Romo Kefas Post Views: 5 Navigasi pos Bekasi Benahi Perlintasan Rawan, Alarm Suara dan Edukasi Warga Jadi Kunci Awal Penanganan Korban Kecelakaan Kereta Dikawal Langsung, Pemprov Jabar dan Pemkot Bekasi Pastikan Layanan Tanpa Hambatan