Fajar Paskah di Bambamone Diwarnai Pawai Obor, Anak Sekolah Minggu Tunjukkan Semangat Kebersamaan
PASANGKAYU — Perayaan Fajar Paskah 2026 di Dusun Bambamone, Desa Gunungsari, Kecamatan Pasangkayu, berlangsung khidmat sekaligus penuh sukacita. Anak-anak Sekolah Minggu Filadelfia GKKA-I Bambamone ambil bagian aktif dalam rangkaian kegiatan rohani yang digelar sejak dini hari.
Kegiatan diawali dengan pawai obor yang melibatkan anak-anak sekolah minggu mengelilingi lingkungan dusun. Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, peserta berjalan sambil melantunkan pujian, menciptakan nuansa perayaan yang sederhana namun sarat makna.
Usai pawai, kegiatan dilanjutkan dengan renungan dan doa bersama. Anak-anak tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah, bahkan saling bergandengan tangan sebagai simbol persatuan dan kebersamaan dalam iman.
Menjelang terbitnya matahari, suasana semakin hangat dengan kegiatan makan bersama yang melibatkan seluruh peserta. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat kebersamaan sambil menantikan fajar sebagai simbol kebangkitan Kristus.
Saat fajar mulai menyingsing, kegiatan dilanjutkan dengan permainan mencari telur Paskah yang telah disiapkan panitia di sekitar lokasi. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, berlari dan tertawa dalam suasana penuh kegembiraan.
Pembina Sekolah Minggu, Wulandary Lees Tempoh, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki nilai pembelajaran rohani bagi anak-anak.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan perjalanan pengorbanan Yesus Kristus, sekaligus membangun semangat kebersamaan dan pelayanan bagi anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari para pendeta jemaat, yakni Ibu Pdt. Foune Manopo dan Pdt. Barnabas Lembangi, yang mengapresiasi keterlibatan aktif anak-anak serta kerja sama para pembina dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Perayaan Fajar Paskah ini diharapkan menjadi momentum pembinaan iman yang berkesan bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap pelayanan gereja.
Jurnalis: EL
Editor: Romo Kefas
