Mengabadikan Nama dr. Karneni: Penghormatan bagi Pionir Kesehatan Tulungagung

Spread the love

Mengabadikan Nama dr. Karneni: Penghormatan bagi Pionir Kesehatan Tulungagung

Tulungagung, Pelitakota – RSUD Campurdarat dr. Karneni kembali melaksanakan tradisi tahunan ziarah ke makam dr. Karneni di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas religi, melainkan bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga mata rantai sejarah pelayanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung.

Pemilihan nama dr. Karneni sebagai nama rumah sakit daerah kedua di Tulungagung memiliki latar belakang historis. Dalam sejarah pelayanan kesehatan di daerah tersebut, dr. Karneni dikenal sebagai dokter ketiga yang mengabdikan diri di Tulungagung setelah dr. Iskak dan dr. Soedomo. Sementara itu, nama dr. Soedomo telah lebih dahulu diabadikan sebagai nama rumah sakit daerah di Kabupaten Trenggalek.

Perwakilan manajemen RSUD Campurdarat menyampaikan bahwa penyematan nama dr. Karneni merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pionir kesehatan yang telah meletakkan fondasi pelayanan medis bagi masyarakat Tulungagung. Semangat pengabdian para dokter terdahulu diharapkan terus menjadi inspirasi bagi tenaga kesehatan masa kini.

Ziarah tersebut juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat. Nilai pengabdian yang diwariskan oleh para dokter perintis—seperti dr. Iskak, dr. Soedomo, dan dr. Karneni—dianggap sebagai teladan yang harus terus hidup dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.

Saat ini, RSUD Campurdarat dr. Karneni telah berkembang menjadi rumah sakit tipe C, yang terus berbenah meningkatkan fasilitas dan kualitas layanan. Kehadirannya menjadi penopang penting akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung dan daerah sekitarnya.

Rangkaian kegiatan ziarah ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan agar RSUD Campurdarat dr. Karneni mampu terus menjalankan amanah sebagai institusi pelayanan kesehatan yang membawa kesembuhan, harapan, dan kemanusiaan—sejalan dengan cita-cita luhur para pendahulu yang telah lebih dahulu mengabdikan hidupnya bagi kesehatan masyarakat.

(Dian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *