Dr. H Ghazaly : Kritik Boleh Keras, Etika Tidak Boleh Hilang! 

Spread the love

Dr. H Ghazaly : Kritik Boleh Keras, Etika Tidak Boleh Hilang! 

Jakarta 26 Oktober 2026 — Akademisi, dosen, dan penulis Dr. H. Ghazaly Ama La Nora, S.IP., M.Si. menyayangkan sekaligus mengecam beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) diduga melontarkan kata-kata kasar serta pernyataan bernada ancaman terhadap institusi pemerintah dan seorang Menteri Republik Indonesia.

Dr. Ghazaly menyampaikan, kebebasan menyatakan pendapat memang dijamin oleh konstitusi, namun, jaminan tersebut tidak berarti tanpa batas juga pelaksanaannya tetap harus berpijak pada etika, kesantunan serta penghormatan terhadap hukum dan institusi negara.

“Sebagai lembaga, ormas harus hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif, bukan justru mempertontonkan perilaku yang berpotensi merusak persatuan bangsa” Kritik boleh disampaikan dengan keras, namun harus tetap beretika dan melalui jalur-jalur konstitusional yang berlaku,” tegasnya, Senin (26/10).

Ia meminta aparat penegak hukum menelaah dugaan pelanggaran dalam video tersebut secara objektif, transparan, dan profesional, sesuai koridor hukum yang berlaku. Penilaian, katanya, perlu didasarkan pada fakta dan alat bukti, bukan pada tekanan opini di media sosial.

Di sisi lain, Ghazaly mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap ormas sesuai kewenangannya, apabila terbukti terdapat pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Kepada seluruh kader dan anggota OTISTA di Indonesia, ia mengimbau agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan terus menjaga persatuan serta ketertiban masyarakat di tengah dinamika yang berkembang.

“OTISTA berkomitmen penuh untuk menjadi organisasi yang disiplin, santun, cinta damai dan konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Ghazaly menegaskan bahwa ukuran kebesaran sebuah organisasi terletak pada integritas dan kontribusinya, bukan pada kerasnya suara“ Ormas besar seharusnya membesarkan hati, bukan membesarkan makian.

“Kritik boleh keras, tetapi etika harus tetap dijaga, dimana kebesaran sebuah organisasi tidak diukur dari suaranya yang paling bising, melainkan dari integritas, kontribusi, dan tanggung jawabnya kepada masyarakat serta bangsa.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *