Spread the loveDi Balik Milad ke-7 3S: Dari Silaturahmi ke Arah Kolaborasi Komunitas Bogor Kota Bogor — Perayaan Milad ke-7 Saung Sadulur Saampereun (3S) yang digelar pada 26 Maret 2026 di Resto Cafe Kahidjie, Jalan Raya Veteran No. 27, menghadirkan lebih dari sekadar seremoni. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana komunitas lokal mulai bergerak menuju pola kolaborasi yang lebih terarah. Acara yang dihadiri berbagai elemen komunitas tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun di balik kehangatan itu, tersirat upaya membangun komunikasi lintas kelompok yang selama ini berjalan secara informal. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah penyerahan plakat kehormatan dari Paguyuban Jalin Persaudaraan (JA’PERS) Generasi Biru kepada 3S. Gestur ini dipahami bukan hanya sebagai simbol penghargaan, melainkan bentuk penguatan hubungan antar komunitas yang mulai diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret. Fenomena ini menunjukkan perubahan pola dalam dinamika komunitas di Kota Bogor. Jika sebelumnya aktivitas lebih bersifat internal, kini mulai terbuka ruang untuk kolaborasi yang berorientasi pada dampak sosial. Pembina JA’PERS, Syarifah Ria, menilai bahwa tantangan ke depan tidak lagi hanya menjaga eksistensi komunitas, tetapi bagaimana komunitas mampu hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. “Komunitas harus terus berkembang, bukan hanya dalam jumlah anggota, tetapi dalam kualitas kontribusi,” ujarnya. Di sisi lain, Ketua 3S, Bunda Yayah, menegaskan bahwa perjalanan organisasi hingga tahun ketujuh ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyebut, sinergi antar komunitas menjadi modal penting untuk melangkah ke tahap berikutnya. “Kami ingin 3S tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga bisa memberi manfaat yang lebih luas,” katanya. Milad ini sekaligus menjadi titik refleksi bahwa kekuatan komunitas tidak hanya diukur dari seberapa besar organisasinya, tetapi dari sejauh mana ia mampu membangun hubungan, menjaga kepercayaan, dan menghadirkan dampak nyata. Dengan semakin terbukanya ruang komunikasi antar komunitas, arah gerak komunitas di Bogor tampak mulai bergeser—dari sekadar eksistensi menuju kolaborasi yang lebih strategis dan berkelanjutan. Sumber: Zoel Jurnalis: Romo Kefas Post Views: 19 Navigasi pos Raker ke- X Forwat Tancap Gas, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi PUSPITA Hidupkan Nilai Kartini Lewat Kebersamaan dan Aksi Nyata Perempuan